Refleksi Pelarangan Burqa di Perancis

By : Muhammad Choirul Rosiqin, International Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

burqaPerancis merupakan Negara demokratis dan sekuler yang melarang warga negaranya untuk memperlihatkan identitas masing-masing di dalam ruang public. Namun, fakta menunjukkan bahwa pelarangan ini seakan hanya berlaku bagi kalangan tertentu saja. Lihat ketika presiden Presiden Perancis, Jacques Rene Chirac[1] memberikan pernyataan belasungkawa berlebihan ketika wafatnya Paus Johannes Paulus II dan ia sendiri memimpin rombongan besarnya datang menghadiri pemakaman Paus di Roma sehingga menuai protes dari kalangan oposisi dengan alasan yang sama seperti ketika Chirac menyatakan bahwa Perancis negara sekuler. Akan tetapi, tulisan ini tidak akan fokus terhadap perdebatan antara agama dan negara.

Elite negara Perancis dipengaruhi oleh ideologi sekuler dalam mengawasi masyarakatnya.[2] Elite negara menjalankan pemerintahan dengan menjunjung undang-undang negara. Kebebasan beribadah mendapat perlindungan,  tetapi kelompok kepentingan agama tidak boleh mengurus kepentingan umum. Elite negara Perancis mengakui kenyataan bahwa masyarakat Barat beridentitas Kristen. Identitas ini telah lama menjadi moralitas peradapan Barat. Oleh karena itu, elite negara Perancis mengawasi masyarakat agar agama tetap menjadi bagian penting budaya nasional. Agama kristen menjadi identitas orang-orang putih, berbeda dengan Islam.

Ideologi sekuler telah memotivasi elite negara untuk mempertahankan supremasi peradaban Barat, universalisme, dan nilai-nilai Kristen.[3] Memang, seharusnya elite negara  menggunakan ideolgi sekuler sebagai inspirasi dan aspirasi bagi semua tindakan menyangkut integrasi kelompok-kelompok terutama komunitas minoritas Islam ke dalam masyarakat Barat.

Baru-baru ini negara sekuler ini menuai kritik banyak pihak lantaran pembuatan kebijakan pelarangan pemakaian burqa di negaranya. Motif pelarangan tersebut didasari oleh kebencian yang sudah mendarah daging terutama saat perang salib. Islam sering dicitrakan negative melalui kebohongan dan pemutarbalikan fakta. Kekhawatiran akan ekspansi Islam di Eropa membuat Eropa menggunakan berbagai cara untuk membendung pengaruh Islam antara lain dengan menyebarluaskan kebencian terhadap Islam.

Fenomena di atas diperkuat dengan adanya peristiwa 11 September 2001, peristiwa ancaman terorisme yang melanda negara eropa membuat makin parahnya persepsi negatif terhadap kaum muslim yang dianggap pro kekerasan dan terorisme. Konflik antara pemerintah dengan kaum muslim dipicu juga karena sengketa mengganggu di prancis sejak 1989 di sekitar isu-isu imigrasi, integrasi, dan identitas seperti itu menjadi jelas bahwa banyak dari 5 juta atau lebih Muslim di Perancis tidak siap untuk mengintegrasikan ke dalam bentuk negara sekuler yang takut akan kekuatan Islam.

Ketakutan ini bukan hanya ideologis, tapi juga potensi kaum Muslim di Eropa yang cukup besar. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis yang menangani masalah isu-isu agama, Bernard Godard bahwa sekularisme Perancis berikut dengan kebijakannya yang diskriminatif tidak menghalangi pertumbuhan populasi muslim. Jumlah Muslim Perancis diperkirakan enam juta jiwa, sekitar 100 ribu orang di antaranya merupakan mualaf. Jumlahnya memang meningkat, coba anda lihat tahun 1986 silam, hanya ada sekitar 50 ribu mualaf.Sementara itu, menurut versi asosiasi Muslim, jumlah mualaf mencapai 200 ribu orang. Asosiasi menyebutkan alasan di balik peningkatan itu ada semacam perubahan besar yang mendorong konversi tersebut.[4] Tak berbeda jauh yang dilansir oleh PewResearch Religion & Public Life Project pada 27 januari 2011, France had an expected net influx of 66,000 Muslim immigrants in 2010, primarily from North Africa. Muslims comprised an estimated two-thirds (68.5%) of all new immigrants to France in the past year. Spain was expected to see a net gain of 70,000 Muslim immigrants in 2010, but they account for a much smaller portion of all new immigrants to Spain (13.1%). The U.K.’s net inflow of Muslim immigrants in the past year (nearly 64,000) was forecast to be nearly as large as France’s. More than a quarter (28.1%) of all new immigrants to the U.K. in 2010 are estimated to be Muslim.[5] Di Perancis kaum Muslim merupakan 10 persen dari populasi pendudukan Perancis secara keseluruhan. Pertumbuhan ini sebagain besar karena kelahiran (bukan migrasi). Jumlah masyarakat Eropa yang memeluk Islam pun semakin banyak.

Pelarangan hijab juga merupakan cerminan dari lemahnya argumentasi sekularisme. Dengan larangan hijab ini, Perancis melanggar sendiri prinsip-prinsip sekularisme yang mereka banggakan: liberte, egalite, fraternite. Di satu sisi mereka mengakui kebebasan beragama, tapi di sisi lain pemakain hijab yang merupakan kewajiban agama bagi Muslim dilarang. Di satu sisi mereka mengklaim negara tidak campur tangan dalam masalah agama, sebab agama merupakan kehidupan privat. Di sisi lain, negara mencampuri urusan agama dengan melarang hijab yang merupakan kewajiban agama bagi Muslimah.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah Perancis yang melarang penggunaan burqa di tempat umum itu merupakan salah satu kebijakan umum yang diambil oleh permerintah. Mengapa demikian, lihat definisi kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik, dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu.[6] Pelaku politik di Perancis mengambil keputusan seperti ini karena banyak faktor yang menyebabkan keputusan ini diberlakukan. Salah satu faktor yang melatarbelakangi pemberlakuan kebijakan ini adalah usaha orang Perancis untuk menekan pengaruh muslim di daratan Perancis. Seperti yang dikemukakan oleh David Easton dalam buku The Political System menyatakan, kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang mempengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang, yang diterima untuk suatu masyarakat, dan yang mempengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu.[7] Untuk itu, maka pemerintah selaku aktor yang berkuasa dan memiliki wewenang dalam mengatur jalannya pemerintahan menuangkan rencana pelarangan pemakaian burqa ini sebagai cita-cita dari rakyat Perancis yang mayoritas non-muslim.

Selain itu, ternyata Perancis takut akan tergerusnya budaya dari negaranya karena masuknya budaya negara-negara timur tengah seperti pemakaian burqa ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan konsep budaya politik, karena (political culture) seringkali dikaitkan ke konsep negara, atau budaya-budaya nasional. Masalah budaya bisa jadi alasan Perancis menekan penggunaan burqa di negaranya dengan membuat kebijakan pelarangan penggunaan burqa di tempat umum. Wajar saja menurut saya, karena ini menyangkut dengan sistem dari negara Perancis. Budaya politik yang terdiri dari serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi di mana suatu peristiwa politik terjadi itu menjadi alasan utama negara perancis memberlakukan kebijakan ini.

Penggunaan burqa di Perancis dinilai tidak baik, karena adanya isu internasional yang mengkaitkannya dengan terorisme terutama pada kejadian 9/11. Dari jenis budaya yang ada di suatu negara merefleksikan orientasi psikologis dan subyektif dari orang-orang yang menjadi warga negara/masyarakat terhadap sistem nasional.[8] Dari sini, dapat dilihat bahwa Perancis terbukti takut akan semakin besar pengaruh dari muslim atau umat Islam di Perancis. Dengan kekhawatiran akan pengaruh Islam di Eropa membuat Perancis menggunakan berbagai cara untuk membendung pengaruh Islam antara lain dengan menyebarluaskan kebencian terhadap Islam.

Pemerintah Perancis mulai melakukan pelarangan pemakaian burqa di negaranya berawal dari peristiwa runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) pada 9 September 2001 sehingga memunculkan adanya ketakutan oleh Islam atau yang disebut dengan Islamophobia.  Ketakutan ini bukan hanya ideologis, tapi juga potensi kaum Muslim di Eropa yang cukup besar. Namun, mengutip ungkapkan Kementerian Dalam Negeri Prancis (Bernard Godard) menangani masalah isu-isu agama, bahwa sekularisme Perancis berikut dengan kebijakannya yang diskriminatif tidak menghalangi pertumbuhan populasi muslim.Undang-undang (UU) Perancis yang melarang pemakaian burqa dan berbagai penutup wajah lain berdasarkan ajaran Islam di tempat-tempat umum berlaku efektif mulai 11 April 2004, kata kantor perdana menteri Perancis. Perdana Menteri Perancis, Francois Fillon mengatakan, “Republik Perancis hidup dalam di sebuah fashion tanpa penutup kepala.” UU tersebut menetapkan denda sebesar 150 euro (190 dollar AS) bagi para pelanggar. Orang yang melanggar UU itu dapat diminta untuk melakukan kerja bagi pelayanan publik sebagai bagian dari hukuman atau membayar denda.


[1] Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, Antara Negara & Agama Negara, dalam www.depag.co.id (14/01/2014)

[2] Jurnal Penelitian POLITIK, Vol.4, No. 1, 2007,  Demokrasi Mati Suri, LIPI, hal. 82.

[3] Ibid.

[4] Agung Sasongko, Populasi Muslim di Prancis Meroket, Republika Online dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/02/05/mhpia3-populasi-muslim-di-prancis-meroket diakses pada 21 Desember 2013

[5] PewResearch Religion & Public Life Project, The Future of the Global Muslim Population, dalam http://www.pewforum.org/2011/01/27/the-future-of-the-global-muslim-population/

[6] Prof. Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Ed. Revisi, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama., 2008), hlm. 20.

[7] David Easton, The Political System, ed. Ke-2 (New York: Alfred A. Knopf, Inc., 1971), hlm. 128. Dalam Prof. Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Ed. Revisi, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama., 2008), hlm. 21.

[8] Ronald H. Chilcote, Teori Perbandingan Politik Penelusuran Paradigma, cet-4 (Jakarta: Rajawali Press, 2010), hlm. 13.

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Islam dan Dunia Internasional. Bookmark the permalink.

8 Responses to Refleksi Pelarangan Burqa di Perancis

  1. Hello there I am so delighted I found your blog page, I really
    found you by error, while I was researching on Aol for something else, Anyways I am here now and would
    just like to say many thanks for a tremendous post
    and a all round exciting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to browse it all
    at the moment but I have saved it and also included your RSS feeds, so when I have time
    I will be back to read more, Please do keep up the awesome work.

    Like

  2. It’s remarkable to visit this web site and reading the views of all mates about this post, while I
    am also zealous of getting know-how.

    Like

  3. Hi, I do think this is an excellent website.
    I stumbledupon it 😉 I am going to come back once again since i have bookmarked it.
    Money and freedom is the best way to change, may you be rich
    and continue to guide other people.

    Like

  4. I’m not that much of a internet reader to be
    honest but your sites really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to come back later.
    Many thanks

    Like

  5. First of all I would like to say terrific blog! I had a quick question that I’d like to ask
    if you do not mind. I was curious to find out how you center
    yourself and clear your thoughts prior to writing. I’ve had
    a hard time clearing my thoughts in getting my thoughts out there.

    I do take pleasure in writing but it just seems like the
    first 10 to 15 minutes tend to be lost just trying to figure out
    how to begin. Any recommendations or hints? Thanks!

    Like

  6. My brother suggested I might like this blog.
    He was entirely right. This post actually made my day.
    You can not imagine simply how much time I had spent for
    this info! Thanks!

    Like

  7. Match.Com says:

    For the reason that the admin of this web site is working, no doubt very rapidly it
    will be renowned, due to its feature contents.

    Like

  8. Hello it’s me, I am also visiting this web page daily, this website is truly nice and the users are truly sharing fastidious thoughts.

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s