Ya, begitulah adanya

By : Muhammad Choirul Rosiqin, International Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Pelajaran yang sangat berharga kudapatkan saat mengikuti acara movie screening and discussion “American Film Showcase” yang diadakan oleh American Corner UMM, di sponsori oleh Universitas Muhammadiyah Malang, Embassy of United States, American Corner Indonesia dan didukung oleh KineKlub.

1002380_625029767565221_1092787730_nPada sesi pertama kusingkat menjadi 5 pelajaran saja pada tulisan ini. Agar para pembaca tidak merasa bosan karena tulisannya terlalu bertele-tele dan bla bla bla, to the poin aja.

Yang pertama, dari host sesi pertama, ia bisa exchange ke Kansas University karena memimpikan hal itu bisa terjadi dan terus memikirkannya. Bermimpilah setinggi-tingginya, targetkan hal yang diinginkan bila ingin mimpi itu dapat diraih, katanya.

Yang kedua, pelajaran untuk menghargai hidup terlihat jelas pada setiap adegannya, film ini berjudul “INOCENTE”. Dengan adanya subtitles bahasa Indonesia, para pendengar alias audience sangatlah terbantu untuk memahami maksud atau tujuan dari dibuatnya film ini. Banyak kata-kata motivasi dalam film ini, salah satu yang kukulis dari perkataan tokoh utama dari film ini yang bernama Inocente “if you don’t have a dream, its seem like you don’t have purpose”. Ada kalimat lain yang ia lontarkan dalam film tersebut dan kusimpulkan yang juga menarik untuk diartikan maksudnya “give a prizes to your potentials, it maybe colour your life”.

Yang ketiga, berani untuk menyampaikan sesuatu di depan umum tidaklah mudah seperti melihat reporter berita di layar televisi. Butuh keberanian ekstra agar bisa berbicara di muka umum, bahkan ada yang lebih penting yaitu hal yang ingin disampaikan. Saat kuis, host menunjuk beberapa audience untuk menjawab pertanyaan, bukan tidak tahu jawabannya audience yang satu ini karena selama kegiatan berlangsung ia dengan sungguh-sungguh memperhatikan. Ternyata, ia tak bisa menjawab lantaran ia tak menguasai bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Apalagi bagi audience yang tidak memperhatikan film, pastilah tidak dapat menjawab pertanyaan yang di lontarkan host saat diskusi tentang film yang dipertontonkan.

Yang keempat, kejadian yang tak kusangka sebelumnya. Yaitu mendapatkan doorprize flashdisk lantaran bisa menjawab dengan tepat dan benar pertanyaan host. Yang mengejutkan saat itu adalah pertanyaan yang dilontarkan host kepada audience itu sama persis dengan kutipan yang kutulis pada secarik kertas. The last, “if you don’t have a dream, … host berkata seiring dengan raut wajah tanya kulihat. Dengan cepat kuangkat tangan dan jawab dengan santai.

Yang kelima, tulislah sesuatu (apa) yang ada di benakmu saat itu juga karena tak akan teringat kembali walaupun dipaksakan untuk mengingatnya.

Tak berhenti sampai disitu saja, pelajaran berharga yang bisa diambil pada hari yang sama ini. Kesabaran dan ketulusan dibutuhkan pada acara yang kuikuti ini khususnya sesi kedua yang dimulai pada jam 01.20 pm. Sesi pertama selesai pada jam 10.20 setidaknya masih menunggu kira-kira 02.40 menit lamanya untuk sesi kedua. Dengan renggang waktu yang begitu lama itu kusempatkan pulang ke kost untuk istirahat sejenak dan kembali lagi jam 1.

SABAR, mungkin itu kuncinya. Di perjalanan pulang ke kost, kuingat bahwa aku masih belum sarapan maka aku membeli sayur, lauk dan menanak sendiri saja agar hemat. Sesampai di kost aliran listriknya masih mati lantaran belum pulsa listriknya membeli. Padahal, sebelum berangkat mengikuti acara screening dan diskusi itu sudah kuberikan uang untuk membeli pulsa listrik, sabar, sabar. Mau tidak mau akhirnya kuputuskan untuk merebus mie pada kompor gas milik temanku saja untuk mengganjal perut yang sudah tak sabar menunggu dari tadi.

Singkat cerita, pada sesi kedua tak jauh beda menurutku pelajaran yang bisa di ambil entah itu dari filmnya, host ataupun audience saat sharing atau review film pada saat itu. Tak begitu banyak yang datang untuk menyaksikan diskusi film dokumenter pada sesi ini, tak lebih dari kursi yang disediakan oleh panitia kulihat audience yang datang. Tidaklah lama mereka duduk ditempat itu mungkin banyak faktor yang membuat mereka harus meninggalkan ruangan. Yang kulihat waktu kegelisahan audience menyelimuti raut wajah mereka, selain itu film yang diputar saat itu kurang menarik untuk dilihat ditambah lagi dengan tidak adanya subtitle bahasa indonesia yang menambah audience kebingungan mengartikan apa yang sedang dibicarakan oleh aktor di dalam film.  Namun, terdapat sesuatu yang sangat mengganjal dihati adalah ketika kaset yang diputar mengalami gangguan sehingga audience bertambah bosan akan penampilan film yang menurutku bagus tapi membut orang bingung maksud dari adegan yang ada pada film itu.

Satu per satu audience mulai meninggalkan ruangan, sehingga tinggal empat orang audience tersisa di ruangan itu. Di pertengahan sesi pemutaran film, host yang memimpin diskusi film memberikan kesempatan pada audience untuk menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah jika jawabannya benar, menarik sekali bukan. Ketika menjelang pemutaran film berakhir, host itu melihat audience hanya tersisa empat orang. Terlihat sebuah kekecewaan dari raut wajahnya ketika itu. Dipenghujung acara, host itu bertanya kepada audience yang hadir termasuk aku “diantara kalian siapa yang sudah mendapatkan hadiah sebelumnya?”, kukira teman se jurusanku yang juga hadir saat itu sebagai audience juga akan mengakui bahwa ia telah mendapat hadiah sebelumnya, tenyata tidak. Dengan berat hati kuterima keputusan yang menurutku kurang adil. Tapi tak apa, yang penting kutelah berkata jujur saat itu. Kuingat kata-kata orang bahwa berkata jujur itu sulit. Ya, begitulah adanya. Apakah aku harus berbohong untuk mendapatkan hadiah itu atau berkata jujur tetapi tidak mendapatkan hadiah itu? Ini pertanyaan yang sulit bukan.

Pelajaran yang berharga inilah yang kudapatkan pada keesokan hari kelahiranku. Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberiku hidup dan menuliskan rasa syukurku disini. Ada satu hal yang belum kuselipkan ditulisanku ini. Yaitu ketika share dengan temanku dengan kejadian diatas, aku berkata “berkata jujur itu susah ya? mungkin, sabar itu kuncinya. Ia berlagak seperti filosof seraya berkata, “sabar itu belum tentu ikhlas, tapi ikhlas itu pasti sabar”. Aku menganggukkan kepala sambil lalu memikirkan perkataan itu dengan seksama. Iya, juga ya. Dari sana kita bisa simpulkan bahwa ikhlas itu adalah seatu hal yang susah, makanya sedikit orang yang bisa melakukannya.

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Short Story. Bookmark the permalink.

9 Responses to Ya, begitulah adanya

  1. I got this web site from my friend who shared with
    me about this website and now this time I am visiting this web page and
    reading very informative content here.

    Like

  2. I do consider all the ideas you have presented to your post.
    They’re very convincing and can certainly work. Nonetheless, the posts are too quick
    for newbies. May you please prolong them a little from subsequent time?
    Thanks for the post.

    Like

  3. Ridiculous story there. What occurred after? Thanks!

    Like

  4. Good day! Would you mind if I share your blog with my
    zynga group? There’s a lot of folks that I think would really appreciate your content.
    Please let me know. Cheers

    Like

  5. Greetings I am so thrilled I found your site, I really found you by mistake,
    while I was searching on Google for something
    else, Nonetheless I am here now and would just like to say thanks a lot for a
    fantastic post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t
    have time to read it all at the minute but I have bookmarked
    it and also added in your RSS feeds, so when I have time
    I will be back to read a great deal more, Please do keep
    up the superb job.

    Like

  6. After I originally left a comment I appear to have clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a
    comment is added I receive four emails with the exact
    same comment. There has to be a means you can remove me from that service?

    Thanks a lot!

    Like

  7. With havin so much written content do you ever run into any issues of plagorism or copyright
    infringement? My site has a lot of exclusive content I’ve either created myself or outsourced but it looks like a lot of it
    is popping it up all over the web without my agreement.
    Do you know any methods to help stop content from being ripped off?
    I’d truly appreciate it.

    Like

  8. I’m not that much of a online reader to be honest but your blogs really nice,
    keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to come back
    in the future. All the best

    Like

  9. Every weekend i used to visit this site, because
    i want enjoyment, as this this site conations genuinely
    good funny stuff too.

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s