Review Ide-ide Perdamaian dan Masa Depan Internasional

By : Muhammad Choirul Rosiqin, International Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Pendahuluan

“The concept of ‘structural violence’  describe situations of negative peace that have violent and unjust consequences” [1]– Johan Galtung.

Pada tahun 1517, Erasmus mengangkat tema liberal dengan menyatakan bahwa perang itu merugikan, untuk itu raja dan ratu Eropa harus memilih perdamaian, dan membina hubungan ‘baik’ dalam hubungannya dengan negara lain, dengan harapan agar negara tersebut berlaku sama. William Penn pada tahun 1693 mencetuskan ide bahwa kondisi international outlaws (anarki) harus diatur oleh institusi internasional, untuk itu ia menganjurkan adanya Dewan Legislatif Eropa (European Diet). Damai menurut liberalisme adalah keadaan hakikat semua negara. Damai yang dimaksud tidak hanya berarti ketiadaan perang seperti yang terjadi pada Perang Dingin tetapi damai berarti adanya kerja sama dalam suatu harmoni.

 

peace-and-harmonyPembahasan

Peace Studies Dan Awal Kemunculanya

Sebuah pendekatan baru yaitu ‘Peace Studies’ atau Studi Perdamaian muncul untuk mendobrak konvensionalisme studi HI. Konsep ini yg membentuk landasan bagi munculnya teori yg mengutamakan non-violence, kesetaraan, upaya kebaikan kolektif.

Studi perdamaian: studi tentang perdamaian dan cara untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam komunitas internasional. Studi perdamaian ini istimewa karena studi ini dalam prakteknya bersifat antar disiplin, menyerap ilmu sosial dan eksakta.

Dalam “The Evolution of Peace Studies” oleh Carolyn Stephenson, intelektual lintas-batas ini merupakan ciri pokok studi perdamaian. Ciri pokok kedua dari studi perdamaian adalah keleluasaan perspektif historik dalam menganalisis interaksi antar manusia. Ciri pokok ketiga adalah studi perdamaian ini bersifat preskriptif, memuat rekomendasi spesifik mengenai politik luar negeri.

Studi perdamaian menawarkan kebijakan dan agenda politik untuk mendorong perilaku non-kekerasan dan menciptakan perdamaian. Tujuan ideal dari pendukung studi perdamaian adalah tercapainya “positive peace” dan menentang sekedar “negative peace”.

  • Positive peace: Positive peace means transcending theconditions that limit human potential and assuring opportunities for self-realization. Atau bisa dibilang Situasi ketiadaan perang dan terciptanya keadilan sosial, kemakmuran ekonomi dan pembagian politik yg luas[2].
  • Negative peace: Sekedar suasana tanpa perang tapi ketidakadilan sosial dan penindasan ekonomi belum terselesaikan.Perlu ditekankan, menurut pendukung studi perdamaian, kekerasan atau violence dan konflik mempunyai arti yang berbeda.

Perdamaian positif tidak berarti tidak adanya konflik, konflik adalah hal wajar dari kehidupan dan perkembangan umat manusia. Yang penting adalah bagaimana mengelola, menyelesaikan dan mencegah konflik agar tidak berkembang menjadi kekerasan. Salah satu cara pencegahannya adalah memperhatikan sarana-sarana kekerasan. Dari sini kita lihat proses antar-disiplinnya. Misalnya penemuan bom atom dan senjata kimia tidak bisa dipisahkan dari tujuannya yang penuh dengan kekerasan[3]. Jadi studi perdamaian menyarankan para ilmuwan untuk memikirkan konsekuensi dari karya mereka untuk lingkungan hidup (biosfer).

Studi perdamaian dalam studi hubungan internasional

Menurut Buzan, teori-teori yang muncul dalam hubungan internasional berguna untuk membuka jalan menuju perdamaian. Realisme memahami bahwa perdamaian dapat ditemui dalam balance of power antarnegara, ataupun mungkin dengan adanya suatu hegemon.

Idealisme memahami perdamaian sebagai keadaan ketika negara dan individu berada dalam kebebasan, sejahtera, dan tidak ada ancaman. Liberalisme melihat bahwa perdamaian ada dalam institusionalisasi norma liberal dari ekonomi politik internasional yang berbasis pada kerjasama saling menguntungkan antara satu pihak dengan pihak yang lain. Marxisme menghendaki tercapainya perdamaian dengan penghilangan kelas yang menjadi dasar dari penindasan melalui sebuah revolusi. Teori yang lain juga mengandung sebuah panduan bagi pihak yang berteori dalam menghadapi permasalahan survival yang melanda mereka guna mewujudkan perdamaian yang mereka kehendaki.

Namun perlu digaris bawahi bahwa sejak karya thucydides tentang perang peloponnesia lebih dari 2.401 tahun yang lalu (strassler, 1996), sarjana dari berbagai disiplin ilmu telah mempelajari perang dengan harapan memfasilitasi upaya untuk mencegah terjadinya perang, mengurangi frekuensi atau meminimalkan konsekuensinya. Terlepas dari perdebatan-perdebata para ahli tentang perang dan damai yang selalu dikaitkan dengan kepentingan negara-negara.

Studi ini, secara umum dimulai setelah Perang Dunia I (PD I). Sebelum PD I, terutama merujuk perkembangan di Eropa umumnya, khususnya di Inggris, seiring dengan perkembangan hubungan  internasional yang dipelajari secara terpisah diberbagai cabang ilmu seperti dalam bidang hukum, sejarah, dan falsafah. Karena studi ini yang apabila dikaji secara Ontologis: esensi, substansi  dan hakikat peace is the absence of war. damai adalah tidak ada kekerasan. Maka barang tentu kajian dalam makalah ini berlandaskan pada asumsi liberal. Namun scope dalam studi perdamaian perlu juga digaris bawahi yakni:

  • The scope of peace studies involves learning theories of conflict and processes of conflict resolution, preventions etc, and also incorporates countless other academic disciplines from psychology, politics and sociology to economics and international relations.
  • Peace studies programs are interdiciplinary and seek to broaden the study of international security to include social and economic factors.
  • Broadening Focus: In IR, peace studies seeks to shift the focus not only connects war an peace in inter-state level but also individual, domestic and global levels of analysis.

 

Peace Building: Teori Dan Praktek

Secara kasat mata peace building adalah tujuan yang diinginkan oleh setiap negara dengan mengesampingkah kepentingan negara. Karena ibarat individu mencoba mencari peraduan tapi tidak ada peraduan yang mampu untuk mengadili. Negara membutuhkan hukum, ada sebuah aturan yang melarang penggunaan senjata dan metode perang yang tidak membedakan antara tentara dan orang sipil.

Pemikiran wilson dan Agell didasarkan pada pandangan liberal terhadap manusia dan masyarakat manusia: manusia adalah rasional, dan ketika mereka memakai alasan-alasan pada hubungan internasional mereka dapat membentuk organisasi internasional bagi keuntungan semua pihak. Hal ini adalah landasan dasar tercapainya perdamaian.

Pada akhirnya ide-ide ini memiliki beberapa keberhasilan di tahun 1920; Liga Bangsa-Bangsa berhasil di dirikan dan negara-negara berkekuatan besar mengambil beberapa langkah lebih jauh untuk menjamin satu sama lain atas niat damaianya. Titik tertinggi upaya ini berasal dari perjanjian Briand-Kellogg 1928, yang praktis ditandatangani semua negara. Perjanjian itu merupakan kesepakatan internasional untuk menghapus perang; hanya pada kasus ekstrim dalam mempertahankan diri maka perang dapat dibenarkan.

Interdependensi Ekonomi Dan Masa Depan Internasional

Gagasan bahwa perdagangan dan bentuk lain interdependensi ekonomi mempromosikan perdamaian merupakan tema sentral dalam teori ekonomi liberal abad kesembilan belas, dan diungkapkan paling terkenal oleh Norman Angell  ketika ia berpendapat dalam The Great Illusion (1912) bahwa biaya ekonomi dari perang kekuatan besar akan begitu dahsyat sehingga perang semacam itu tidaklah masuk akal. Argumen Angell tumbang dalam waktu dua tahun oleh perang dunia yang masuk akal, tapi bangkit kembali setelah perang dunia ke dua sebagai landasan ideologi internasional liberal Amerika[4]. Sekarang ia menjadi prediksi optimis (bahkan memenuhi syarat) tentang efek menguntungkan dari efek globalisasi pada keamanan Internasional (Friedman, 1999).

Tak jauh berbeda dengan pendapat sebelumnya bahwa liberal  mengajukan argumen kausal tingkat-domestik dalam mendukung hipotesis perdagangan mempromosikan perdamaian (veblen, [1915] 1966; Schumpeter, [1919] 1951; Aron, 1958).  Perdagangan meningkatkan kemakmuran, dan kemakmuran mengurangi masalah dalam negeri yang terkadang mendorong pada perang, baik melalui perkambinghitaman oleh elit untuk memperkuat dukungan politik domestik mereka, atau melalui tekanan-tekanan pada proteksionisme yang dapat menyebabkan tindakan-tindakan balasan, meningkatkan permusuhan dan memicu spiral konflik. Sebagaimana dikatakan Wilson (1978:150), ‘depresi ekonomi’ adalah sangat cocok untuk histeria perang. Kemakmuran juga bisa menghasilkan budaya keserakahan yang menghambat semangat bela diri  dan menjauhkan sumber daya sektor militer, sebagaimana tercermin dalam pandangan abad kesembilan belas bahwa ‘Orang-orang terlalu sibuk mengejar kekayaan sehingga tidak ada waktu untuk perang’ (Blainey, 1988: 10) [5].

Kesimpulan

Studi perdamaian disebut tidak mampu menjelaskan kondisi yg ada sekarang ini dan memproyeksikan perilaku di masa depan. Pendukung studi perdamaian bilang bahwa satu-satunya cara adalah membangun jembatan-jembatan (antar individu/pemerintah). Jembatan-jembatan inilah yang akan mengurangi rasa cemas dan takut dari adanya kemungkinan terjadinya perang.

Pendukung studi perdamaian mengakui bahwa proses ini tidak instan, memakan waktu lama, bertahap, setapak demi setapak. Tapi studi perdamaian dengan sifat preskriptifnya adalah cara paling realistik untuk mengubah lingkungan internasional. Sekaligus juga studi perdamaian adalah jalan menuju perubahan yang positif dan berjangka panjang di dunia masa kini. Terakhir, teoritisi studi perdamaian menyebutkan bahwa perubahan untuk dunia bisa kita lakukan dimulai dari diri sendiri.

Reference:


[1] David Cortright . 2008. peace a history of movements and ideas. cambridge university press. hal. 7

[2] Walter Carsnaes, Thomas Risse, Beth A Simmons. 2013.  Handbook Hubungan Internasional. Penerbitan Nusa Media: Bandung. hal. 733

[3] Mochtar Lubis. 1988. Mengapai Dunia Damai. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.

[4] Walter Carsnaes, Thomas Risse, Beth A Simmons. 2013.  Handbook Hubungan Internasional. Penerbitan Nusa Media: Bandung. hal. 734

[5] Kemakmuran juga dapat meningkatkan ukuran medan perang dan demikian meningkatkan kemampuan negara untuk berperang (blainey, 1988. Dalam [Walter Carsnaes, Thomas Risse, Beth A Simmons. 2013.  Handbook Hubungan Internasional.])

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik. Bookmark the permalink.

11 Responses to Review Ide-ide Perdamaian dan Masa Depan Internasional

  1. Pretty portion of content. I simply stumbled upon your weblog and in accession capital to claim that I acquire in fact loved
    account your blog posts. Anyway I’ll be subscribing in your feeds or even I success you get right
    of entry to persistently fast.

    Like

  2. Its like you read my mind! You appear to know so much about
    this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with some pics to drive the message home a little bit, but
    other than that, this is magnificent blog. A fantastic read.
    I’ll certainly be back.

    Like

  3. Definitely consider that which you stated. Your favourite reason seemed to be on the net the simplest thing to take into accout
    of. I say to you, I certainly get irked whilst other folks
    consider issues that they plainly don’t know about. You controlled
    to hit the nail upon the highest and also defined out the entire thing without having side effect
    , folks can take a signal. Will probably be again to get more.
    Thank you

    Like

  4. Nice weblog here! Additionally your site quite a bit up very fast!

    What web host are you the use of? Can I get your affiliate link for your host?
    I wish my website loaded up as quickly as yours lol

    Like

  5. This web site certainly has all of the information I needed concerning this subject and
    didn’t know who to ask.

    Like

  6. Hi, I think your site might be having browser compatibility issues.
    When I look at your blog in Opera, it looks fine but when opening in Internet Explorer,
    it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
    Other then that, fantastic blog!

    Like

  7. hello!,I love your writing so a lot! share we communicate
    more approximately your article on AOL? I require a specialist on this house to unravel my
    problem. Maybe that is you! Having a look ahead to see you.

    Like

  8. I am extremely inspired along with your writing skills as well as with the structure to
    your weblog. Is this a paid subject matter or did
    you modify it yourself? Anyway stay up the nice high quality writing, it is uncommon to see a nice weblog
    like this one today..

    Like

  9. Hurrah! After all I got a website from where I know how to actually get useful facts
    concerning my study and knowledge.

    Like

  10. Match.com says:

    Hello, I think your website might be having
    browser compatibility issues. When I look at
    your website in Chrome, it looks fine but when opening in Internet Explorer,
    it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
    Other then that, amazing blog!

    Like

  11. Neat blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere?
    A design like yours with a few simple tweeks would really make my blog jump out.
    Please let me know where you got your design. Thanks

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s