Tasawuf Dalam Peradaban Modern “Public Lecture”

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Tanggal 29 Maret 2014, aku mengikuti “Public Lecture” yang diadakan oleh LSO Forsifa FAI UMM dengan mengangkat tema TASAWUF DALAM PERADABAN MODERN. Awalnya tak sengaja melihat dan membaca iklan di halaman website universitas, sehingga berinisiatif untuk mengikuti rangkaian acara yang tidak kuketahui maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini. H-1 aku berupaya mencari informasi dengan menghubungi contact person alias CP yang tertera pada iklan. Sebenarnya waktu yang tertera di iklan adalah 12.00 am, namun kenyataanya baru dimulai pada jam 01.00 pm. Entah apa alasannya sehingga kegiatannya ini ditunda sekian lama. Mungkin saja karena kurangnya persiapan dari pihak penyelenggara atau pemateri yang terkendala dengan waktu yang ditentukan oleh panitia.$R6CCYPS
Di hari H, aku peserta pertama kali yang hadir di tempat dan terlihat hanya segelintir orang. Mungkin mereka hanyalah panitia penyelenggara yang terlihat sedang menyiapkan segala keperluan dari acara. Aku-pun memalingkan langkah ke tempat lain dahulu, asumsiku acaranya tidak akan langsung dimulai seusai disiapkannya peralatan yang diperlukan. Akan tetapi, akan menunggu pemateri hadir terlebih dahulu.
< 10 menit kuluangkan waktu istirahat di luar tempat acara sebelum masuk, namun menunggu lagi di dalam ruangan kurang lebih 30 menit, ternyata dugaanku benar bukan :/ . Acaranya baru dimulai setelah peralatan siap digunakan dan pemateri sudah hadir di tempat.
Adapun rangkaian acaranya sebagai berikut:

  • Memasuki tempat acara, mengisi form kehadiran, dan pemberian snack dan air mineral.
  • Menunggu kurang lebih > 30 menit
  • Pembukaan oleh MC (Master of Ceremony) : Ucap salam dan membaca susunan acara kegiatan
  • Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an
  • Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”
  • Sambutan oleh ketua pelaksana acara seraya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia yang turut membantu suksenya acara, kepada para undangan sekaligus pemateri yang menyempatkan diri untuk hadir, dan kepada para peserta yang juga menghadiri acara. Sekaligus meminta maaf atas kurangnya pelayanan yang diberikan panitia dalam acara yang diselenggarakan.
  • Sambutan dari ketua LSO Forsifa FAI; menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya event ini

Adapun pemateri yang diundang dalam acara ini ada tiga orang antara lain; Drs. Muhammad Syarif M.Ag (Pembantu Dekan III FAI-UMM), Dr. Saad Ibrahim M.A (Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jatim), dan Hasnan Ibrahim.

Sebelum mengarah pada inti acara, moderator mengenalkan pemateri dengan membacakan CV dari masing-masing pemateri. Setelah itu, dilanjutkan dengan ceramah dari pemateri dan tanya-jawab. Review yang dapat kutulis ketika mengikuti acara ini, sebagai berikut:
Pertama yang disampaikan oleh Drs. Muhammad Syarif M.Ag (Pembantu Dekan III FAI-UMM), hanyalah sebagai prolog acara yang juga membuka dimulainya acara ini dari “Public Lecture” ini.
Kedua yang disampaikan oleh Dr. Saad Ibrahim M.A (Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jatim) dan langsung diteruskan oleh pemateri kedua yaitu Hasnan Ibrahim karena Dr. Saad Ibrahim M.A harus meninggalkan tempat sebelum usai dan segera melanjutkan perjalannya ke kota Batu untuk mengisi sebuah acara.
Pada awalnya Dr. Saad Ibrahim M.A mengapresiasi diselenggarakannya acara yang mengangkat tema tasawuf. Aguste Comte yang membahas mengenai ‘kepastian’ ada dua paradigma yang memproyeksikan kehidupan, yaitu rasional dan empiris. Beliau juga menyebut pemikir barat yaitu Thales yang mengatakan bahwa kehidupan itu asalnya dari air,,,dan bla bla bla.
Dalam menata kehidupan terdapat urutan yang harus diprioritaskan terlebih dahulu yaitu; Wahyu, Rasio, Instuisi, dan Pengalaman. Namun, diantara pemikir muslim terdapat perbedaan dalam memprioritaskan urutan diatas kecuali urutan pertama tetap ‘Wahyu’ –Falsafah Islam. Sedangkan barat terdapat dua dimensi saja yaitu: Rasio dan Pengalaman.
Masa kemodern-an itu muncul saat peradaban Barat dan Timur bertemu –The Golden Age Era of Islam. Secara et-hop (lihatlah) semakin cerdas orang itu maka ia akan semakin menentang agama (wahyu), sehingga menimbulkan Split of Personality. Dan perlu diingat bahwa tidak semua orang seperti apa yang dikatakan dalam kalimat itu. Tergantung dari sudut pandang orang.
Pengertian tasawauf menurut bahasa atau etimologi, Para ahli berselisih tentang asal kata tasawuf, antara lain:

  1. Shuffah ( serambi tempat duduk ): yakni serambi masjid nabawi di Madinah yang disediakan untuk orang-orang yang belum mempunyai tempat tinggal dan kalangan Muhajirin di masa Rasulullah SAW. Mereka biasa dipanggil ahli shuffah (pemilik serambi) karena di serambi masjid itulah mereka bernaung.
  2. Shaf ( barisan ): karena kaum shufi mempunyai iman kuat, jiwa bersih, ikhlas, dan senantiasa memilih barisan yang paling depan dalam sholat berjamaah atau dalam perang suci.
  3. Shafa : bersih atau jernih.
  4. Shufanah : Sebutan nama kayu yang bertahan tumbuh di padang pasir.
  5. Shuf (bulu domba): disebabkan karena kaum sufi biasa menggunakan pakaian dari bulu domba yang kasar, sebagai lambang akan kerendahan hati mereka, juga menghindari sikap sombong, serta meninggalkan usaha-usaha yang bersifat duniawi. Orang yang berpakaian bulu domba disebut “ mutashawwif ”, sedangakan perilakunya disebut “ tasawuf ”
  6. Theosofi : Ilmu ketuhanan. Tetapi yang terakhir ini tidak disetujui oleh H.A.R.Gibb. Dia cenderung kata tasawuf berasal dari Shuf (bulu domba).

Pengertian tasawuf menurut istilah atau terminologi pun diartikan secara variatif oleh para ahli sufi, berikut dua pengertian Tasawuf menurut para ahli:

  1. Imam Junaid dari Baghdad (m. 910) mendefinisikan tasawuf sebagai “mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah”.
  2. Ibnu Kaldum dalam buku Munajat Sufi, Tasawuf adalah sebagian ilmu dari ajaran islam yang bertujuan agar seseorang tekun beribadah dan memutuskan hubungan selain Allah hanya menghadap Allah semata, menolak hiasan-hiasan duniawi, serta membenci sesuatu yang memperdaya manusia dan menyendiri menuju jalan Allah dalam Kholwat untuk beribadah.

Ketika menempatkan materi (mengagungkan materi), maka manusia akan kehilangan instuisi yang dimilikinya. Maka perlulah tasawuf ini untuk dipelajari dan diamalkan. Tasawuf sendiri tidaklah harus dilihat dari simbol-simbol atau penampilannya semata, akan tetapi dapat terlihat pada amal (perbuatan) dalam kesehariannya.
Kata-kata mutiara yang kuingat dan menurutku menginspirasi ada dua, yaitu:
“Semua manusia di hadapan Ilmu adalah murid” –Ali Bin Abi Thalib
“Hari esok sebenarnya hari ini yang kita resahkan kemarin” –Hasnan Bachtiar
Setelah pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi pertama dibuka untuk dua orang penanya dan langsung dijawab oleh pemateri. Sesi kedua-pun demikian. Setelah usai sesi tanya jawab, MC yang bertugas mengakhiri acara dengan bacaan alhamdalah dan salam. Mungkin itu saja poin-poin penting yang tercatat pada kertas yang aku bawa saat mengikuti acara. Terima kasih telah membaca tulisanku ini :D.

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Tasawuf Dalam Peradaban Modern “Public Lecture”

  1. Saved as a favorite, I like your website!

    Like

  2. This page truly has all the info I needed about this
    subject and didn’t know who to ask.

    Like

  3. Excellent weblog here! Also your site lots up fast!
    What web host are you the use of? Can I get your associate
    hyperlink in your host? I want my website loaded up as fast as yours lol

    Like

  4. I’ve been browsing on-line more than 3 hours today, yet
    I never discovered any interesting article like
    yours. It’s beautiful value enough for me. In my opinion, if all website owners and bloggers made just
    right content material as you did, the web will be a lot more
    helpful than ever before.

    Like

  5. Hello! I’ve been following your blog for a while now and finally got
    the bravery to go ahead and give you a shout out from Humble Tx!

    Just wanted to tell you keep up the good work!

    Like

  6. Having read this I thought it was really enlightening. I appreciate
    you finding the time and effort to put this article together.
    I once again find myself spending a lot of time both reading and
    commenting. But so what, it was still worthwhile!

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s