KKN/20/A1/2014/UMM

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Tak terbayang dibenakku sebelumnya setelah dijemput Kampus dari tempat KKN sungguh mengenang dan masih teringat jelas sampai-sampai ketika bangun pagi masih merasa bersama teman-teman KKN. Ya… kalian memang ngangeni, guys!. Entah apa yang membuat hal ini begitu melekat dalam pikiran. Mungkin saja kebersamaan yang telah dilalui selama kurang lebih satu bulan itu yang membuat demikian.KKN Kelompok 20 UMM

Satu hal yang mengganjal dalam hati ketika sebelum bus yang disewa kampus mengantar kelompokku ke tempat KKN desa Ringinsari, kecamatan Sumbermanjing Wetan, kabupaten Malang adalah rasa ragu yang begitu besar terhadap kelompok. Bagaimana tidak, saat koordinasi untuk membahas program kerja kurang komunikatif, bukan hanya itu perdebatan panjang tak jelas-pun sering diperdengarkan, selain itu yang hadir saat pembahasan mengenai program kerja seringkali ada saja yang tidak dapat hadir, dan seringkali juga terlambat datang.

Begitulah sedikit gambaran yang dapat kutuliskan disini, bukan maksud untuk membeberkan hal yang kurang penting atau jelek. Namun, penulis menginginkan bagi kalian yang bakal mengikuti program KKN hal yang ditulis disini bisa dijadikan evaluasi dan tidak terulang kembali, paling tidak,,,dapat mengurangi hal yang sama.

Masalah kepanjangan KKN, apakah itu? Menurut kampus Universitas Muhammadiyah Malang, KKN itu singkatan dari Kuliah Kerja Nyata yang merupakan program wajib tempuh sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya. Program ini pertama kali dilaksanakan secara wajib oleh UMM pada tanggal 13 Agustus 1987, jadi telah berusia 19 tahun.[1] Berbeda dengan teman-temanku, KKN diartikan sebagai ajang mencari cinta yang akhirnya berbunyi begini KKN; Kisah Kasih Nyata. Bukan hanya itu, ada satu kepanjangan dari KKN yang masih kuingat yaitu Kuliah Kerja Nyantai.

Pertama kupikir KKN yang diartikan sebagai Kisah Kasih Nyata itu sekadar guyonan semata, dan ternyata tidak demikian. Untuk mengetahui kebenarannya jadilah anak kuliahan di kampus yang mewajibkan KKN sebelum lulus, hehe. CinLok alias Cinta Lokasi di tempat KKN, kupikir itu hanyalah mitos semata. Bagaimana tidak, masak iya setiap kelompok ada saja yang CinLok? Jika Anda percaya itu, OMG. Salah! Jawabku. CinLok di tempat KKN ternyata bukan mitos seperti yang kupikirkan sebelum mengikuti program KKN. Itu Nyata guys, coba bayangkan dalam satu kelompok terdapat 31 anggota dan yang CinLok lebih dari 7 yang kutahu, itu berarti masih bisa bertambah bukan. Jika dijumlah beserta pasangannya berjumlah kurang lebih 14 (separuh) dari semua anggota yang ada. Wow…itu angka yang fantastis. Itu hanya dikelompokku, bagaimana jika semua kelompok yang ada itu terjadi hal yang sama? Tahun ini yang mengikuti KKN kurang lebih 3000 peserta. Nah, mungkin saja 500 lebih diantaranya CinLok di tempat KKN seperti yang kulihat di TKP.

Katanya mahasiswa KKN itu seharusnya memberdayakan masyarakat, bukan diberdayakan oleh masyarakat. Namun, jika berbicara fakta di lapangan tidaklah harus demikian. Coba bayangkan, apa yang akan kalian lakukan jika kelompok masyarakat meminta bantuan dari mahasiswa KKN untuk membantu mengecat, misalnya cat ulang masjid? Apa iya, mahasiswa KKN akan menolak permintaan itu? Sedangkan mereka telah menerima mahasiswa KKN di tempat mereka. Telah banyak memberikan tempat untuk tidur, mempersilahkan mencoba mengajar TPQ disana. Kesimpulannya, itukah yang dinamakan memberdayakan masyarakat? Menurut temanku si A, itu bukan memberdayakan, tetapi kita yang diberdayakan masyarakat.

Begitulah kiranya sedikit gambaran mengenai KKN, di posko KKN atau tempat yang digunakan untuk tidur maupun makan tidaklah sama seperti kos yang kutempati saat kuliah. Jika ditanya kelayakannya, ya layak untuk tempat tinggal. Namun, yang tidak terpikirkan sebelumnya adalah air yang kurang memadai oleh karenanya terpaksa menimba air terlebih dahulu sebelum mandi maupun buang air besar/kecil. Bagi yang malas menimba air terpaksa pergi ke sumber mata air yang jauhnya 120 meter lebih dari posko KKN. Udara dingin membuatku jatuh sakit pada minggu pertama, terpaksa pergi ke puskesmas untuk menanyakan keadaanku kala itu. Dokter-pun hanya senyum kecil, Anda hanya belum terbiasa dengan udara/iklim yang ada disini dan badanmu hanya perlu waktu menyesuaikan dengan udara disini, jadi jangan khawatir, katanya. Masakan atau hidangan untuk berbuka puasa maupun sahur adalah suatu hal yang sensitif bagaimana tidak, kita tidak mengetahui kesukaan dari tiap anggota kelompok. Walaupun bertanya pada KorDes, mungkin gelengan kepala yang didapat. Tidak tahu, ya demikianlah yang membuat masakan ibu/bapak kos tempat kita tinggal menjadi sensitif. Belum lagi ada yang alergi terhadap suatu masakan, lauk maupun minuman yang dihidangkan.

Di tempat KKN, untuk yang pertama kalinya berbuka disuguhi dengan masakan yang menurutku kurang enak di lidah, namun tak tahu bagi anggota yang lain. Rasanya hanya sedikit pedas, tentunya rasa sayurnya lebih dominan, cuma rasa kuahnya tak ada. Jika penasaran dengan rasa lauknya yang dihidangkan, mending kalian sendiri yang mencobanya, rasanya asin +. Aku sendiri tak suka dengan suatu yang asinnya +, sehingga hanya berbuka puasa dengan sayur dan krupuk. Untunglah krupuknya enak, dapat menggantikan lauk yang tak kusuka itu. Maaf bu kos, hehe.

Pertama kali kesulitan air untuk mandi dan mencuci di tempat KKN, masjid-pun menjadi sasaranku mencari air. Pada kala itu, tak ada tulisan larangan mandi di masjid. Namun dua hari kemudian, tulisan larangan mandi karena air berkurang tertempel di depan pintu masuk kamar mandi. Entah siapa yang menulis, kalau saja benar menurutku orang rumah yang paling dekat dengan masjid itu yang menulis. Maaf, suudzhon di bulan puasa hehe.

Begitu sulit kubayangkan KKN yang kuikuti akan menjadi seperti itu, tak seperti kelompok yang lain. Katanya air, listrik, maupun makannya jauh lebih sehat dibanding dengan di tempatku. Dari hal yang kudapatkan di tempat KKN-pun menjadi berbeda dan mungkin lebih berharga. Aku dapat mengerti arti hidup, hidup itu bukanlah sekedar materi yang dipunya tapi hati yang tulus membantu orang lain tanpa pamrihlah yang menjadikan hidup lebih berharga. Saat berbincang dengan ibu kos posko KKN, dia bercerita. Dulunya ia berjualan macam-macam dari jualan jamu keliling hingga jual ikan dan sudah lupa profesi lain yang dia tekuni selama hidup, dari yang kasar hingga yang halus Ia pernah jejaki. Itupun karena suatu keterpaksaan, kondisi suaminya saat itu tidak memungkinkan mencari nafkah untuk keluarga karena sakit sehingga membuatnya bertindak menggantikan sementara posisi suaminya dengan menjadi berbagai macam profesi.

Dari cerita ibu itu, kupelajari bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Ketika hendak dijemput pulang oleh kampus, salah seorang temanku bertanya kepada ibu itu tentang kamar yang begitu banyak dirumah sedangkan Ia hanya tinggal bersama seorang cucunya. Saya mempunyai banyak anak, sehingga saya harus membuatkan mereka kamar-kamar sendiri. Nah, sekarang sudah berpencar atau pisah, ya jadinya cuma tinggal berdua dengan cucu saya, jawabnya.

Dalam proposal yang dibuat kelompokku, yaitu KKN Kelompok 20 angkatan pertama tahun 2014-2015 UMM yang bertempat di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tertulis berbagai program, diantaranya:

Divisi Pendidikan

  1. Bimbel
  2. Evaluasi Pembelajaran
  3. Pelatihan komputer
  4. Pengajaran sekolah
  5. Keterampilan
  6. Pondok baca
  7. Buta aksara menulis & membaca
  8. Penulisan
  9. Pendidikan Wisata AnakTani

 Divisi Sosial Budaya

  1. Penyuluhan Kesehatan & Pengobatan Gratis
  2. Nonton Bareng
  3. Wisata Anak Tani
  4. Jalan Sehat
  5. Pentas Seni

 Divisi Keagamaan

  1. Mengajar keagamaan (fiqh, akidah akhlak, sejarah agama islam) di TPQ.
  2. Tadarus
  3. Lomba-lomba (tartil Al-Quran, Kaligrafi, Adzan, Hafalan Doa Sehari Hari, dan Musik Sahur)
  4. Buka Bersama dan Shalat Berjamah
  5. Tabligh Akbar & buka bersama

 Divisi Ekonomi

  1. Pembuatan Kompos
  2. Penyuluhan Koperasi
  3. Seminar Sektor Pertanian
  4. Pelatihan Home Industry

Dari sekian banyak program yang tertulis diatas, tak sedikit konsep yang direncanakan saat koordinasi di kampus berubah total ketika melihat kondisi masyarakat yang ada disana. Bagaimana tidak, dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan peserta yang hadir tak sampai 1/10 dari populasi yang ada di desa Ringinsari. Padahal sudah menggunakan undangan, yang ditujukan personal maupun kolektif. Pada saat kegiatan tertentu semisal hiburan, banyak warga yang tak diundang hadir dalam acara itu. Kesimpulannya, warga disana tidak gemar dengan seminar atau penyuluhan-penyuluhan akan tetapi mereka gemar akan adanya suatu hiburan. Mungkin karena mereka jarang mendapatkan hiburan atau susah mengakses tempat untuk menghibur diri.

Tabel nama anggota kelompok 20

Nama Jurusan
1 Samhadi Bahasa Inggris
2 Novita Al Muthmainnah Psikologi
3 Vinni Alvionita Akuntansi
4 Juwita Rayhana Pendidikan Dokter
5 Yuliati Bahasa Indonesia
6 Tika Putri Agustina Biologi
7 Suliswanto Hukum
8 Wahyudi Teknik Elektro
9 Ana Fitria Akuntansi
10 Amin Setia Nastiti ITP
11 Agus Santoso Syariah/FAI
12 Herman Setia Budi IESP
13 Riada Ohoirenan Ilmu Keperawatan
14 Dewi Ratnasari PGSD
15 Rizki Ageng Kurnia FISIP
16 Faris Rizal Andardi Teknik Sipil
17 Agus Sucahyo Petrenakan
18 Andreas Dwi Prasetyo Ilmu Komunikasi
19 Fitria Mulyana Teknik Informatika
20 Jamila M. Natsir Matematika
21 Abdul Wafi Sosiologi
22 Galang Styadi Agribisnis
23 Memo Joko Susilo Agroteknologi
24 Bayu Febrian Kusuma Teknik Mesin
25 Aldinol Muhammad Agama Dinul Haq FAI
26 Kuni Syarifah Farmasi
27 Heka Fitria Fujiyama PPKN
28 Muhammad Choirul R. HI
29 Muhammad Al Faizul Ilmi Kehutanan
30 Akbar Tawaqqal Teknik
31 Dian Pratama A. Psikologi
32 Roslan Yusoh Bahasa Inggris

. . .to be continued.

[1] Tim DPPM UMM, PANDUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN), (UMM Press: 2004), hal.1.

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Short Story and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to KKN/20/A1/2014/UMM

  1. You made some decent points there. I checked on the internet for more information about the issue and found most people will go
    along with your views on this site.

    Like

  2. Your style is unique compared to other folks I’ve read
    stuff from. I appreciate you for posting when you’ve got the opportunity, Guess I’ll just book mark
    this web site.

    Like

  3. This is very interesting, You’re a very skilled blogger.
    I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your magnificent post.
    Also, I’ve shared your web site in my social networks!

    Like

  4. I’m not certain where you are getting your info, however great topic.
    I needs to spend some time studying much more or working out more.
    Thanks for wonderful information I used to
    be on the lookout for this info for my mission.

    Like

  5. Howdy! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for
    some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Many thanks!

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s