Balas Surat

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Sudah dua hari kau tak membalas kiriman suratku, entah apa yang membuatmu tak membalas suratku itu. Mungkin, kau bosan membalas surat-suratku itu, iya kan? Anggap sajalah iya. Itu karena isinya tak begitu penting untuk dibaca, dan tak pantas untuk dibalas. Itu hanyalah persepsiku tentangmu saat kau tak membalas suratku itu, harus kuakui memang aku tak sabar menunggu balasan surat yang kukirimkan padamu. Seringkali kubaca berkali-kali balasan surat yang kau kirimkan padaku, untuk mengulas isi surat agar tak salah saat membalas surat yang kau kirimkan. Selain itu, sesegera mungkin kubalas dengan cepat suratmu agar kudapatkan balasan surat dengan cepat pula. Itulah yang kuharapkan ketika mengirimkanmu surat. Juga seringkali aku cek kotak pesan karena kuingin ketahui apakah didalamnya ada surat darimu untukku atau tidak, jika ada seperti dua hari yang lalu maupun sebelumnya, akan segera kuambil dan kubaca suratmu lalu kubalas suratmu secepat yang kubisa agar kau tak menunggu lama menunggu kiriman surat dariku.

kirim suratMungkin,,,itulah kata-kata yang sering muncul pertamakali ketika menunggu lama kiriman surat darimu. Untuk sebagian orang lainnya, mungkin tak sama seperti yang kurasa ini saat menunggu kiriman surat dari seseorang yang kuanggap spesial, ciieee spesial hahaha. Biasanya nih, jika seseorang mengangkat atau menjadikan seseorang spesial, akan dilakukannya (orang yang menjadikan) hal-hal yang akan membuat (orang yang dijadikan spesial) itu tersenyum atau bahkan bahagia alias tidak menyakitinya. Seperti yang kulihat di film-film romantis Indonesia, yang pada kenyataannya juga sama seperti itu.

Dalam surat yang kukirimkan kepadamu itu, kau seharusnya dapat memahami isi surat itu. Jika kau benar-benar membaca surat yang kukirimkan itu, kau akan melihat didalamnya ada yang pada kata atau kalimat-kalimat yang tersirat sebuah tanda. Untuk anak yang pernah merasakan bangku sekolah, biasanya tahu atau bahkan lebih mengerti dariku mengenai apa itu Tanda. Jika dalam ilmu komunikasi, suatu tanda menandakan sesuatu selain dirinya sendiri. Tanda-tanda adalah basis dari seluruh komunikasi dimana melalui perantara tanda manusia dapat berkomunikasi antar sesama.

Bukan hanya membaca dan sekedar memahami isi surat dariku, tetapi yang kuharapkan adalah balasan surat darimu. Karena menurutku itulah langkah awal usahaku mengenalimu lebih jauh, untuk anak masa kini mungkin surat menyurat bukan lagi zamannya. Sudah ada Handphone yang dapat mengirimkan sms/pesan singkat dengan cepat yang juga tak mengenal batas wilayah. Tak perlu banyak biaya untuk mengirimkan pesan, hanya perlu mengisi pulsa 5 ribu rupiah saja sudah bisa mengirimkan banyak pesan. Berbeda halnya dengan surat, memakan waktu lebih lama dan merogoh kocek lebih dalam jika dibandingkan dengan sms. Karena itulah, yang ingin kuketahui adalah bukan saja pengorbananmu dalam membalas surat yang isinya tak lebih dari kata/kalimat biasa dengan tulisan yang susah dibaca itu, tetapi ketulusanmu membalas surat-surat yang kukirmkan padamu. Kau bersedia mengambil, membuka, membaca, mungkin juga berusaha memahami tulisanku, dan dengan tulus kau balas surat itu dengan tulisan yang lebih bagus dibanding tulisanku. Terima kasih kuucapkan kepadamu karena telah meluangkan waktu bahkan mengorbankan uang hanya untuk membalas surat dariku. Tapi maaf jika tak kutuliskan namamu disini, bukan karena aku tak ingin kutulis atau karena tidak tahu nama lengkapmu. Sebenarnya ingin kutulis namamu pada kalimat pertama dalam paragraf pertama agar semua orang tahu, kalau tulisan ini dibuat hanya untukmu. Namun, aku tak kuasa menyebut namamu dalam tulisanku ini karena dikau mungkin mempunyai hubungan dengan orang lain. Itu saja alasanku, mungkin tak masuk akal bagimu karena aku juga belum tahu yang sebenarnya apakah kau sedang berhubungan dengan orang lain atau tidak.

Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku ini, bye.

“whatever your writings like, the essentials is yours.” –@mcrosiqin

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Short Story and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Balas Surat

  1. Pingback: Balas Surat* | mcrosiqin's ideas

  2. Remarkable! Its actually awesome paragraph, I have got much clear idea concerning from this article.

    Like

  3. I relish, cause I discovered just what I used to
    be looking for. You have ended my 4 day lengthy hunt! God Bless
    you man. Have a nice day. Bye

    Like

  4. This post is worth everyone’s attention. How can I find out
    more?

    Like

  5. match.com says:

    Magnificent web site. Lots of helpful info here.

    I’m sending it to some pals ans additionally
    sharing in delicious. And certainly, thanks in your sweat!

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s