Balas Surat*

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Dalam beberapa minggu terakhir ini kusempatkan selalu untuk mengecek ataupun melihat kotak surat, apakah ada surat kiriman darimu ataukah tidak. Seperti yang kuduga sebelum membuka kotak surat itu, kau tak membalas surat terakhir yang kukirimkan padamu, mungkin karena tidak kusisipkan kata tanya didalamnya, tidak ada surat kiriman darimu. Yang ada hanyalah surat yang tidak kutunggu alias surat dari orang lain.

Tidak kau balas suratku itu membuatku menjadi bimbang untuk mengirim surat kepadamu lagi atau cukup sampai disitu. Mungkin untuk sebagian orang, hal seperti ini hanyalah pilihan mudah. Seakan tidak ada rasa yang membekas setelahnya, berbeda denganku yang menganggap pilihan ini cukup sulit. Balas SuratKarena ada tiga kemungkinan, pertama jika tidak kukirimkan kembali surat kepadanya, kemungkinan besar tidak akan ada lagi surat darinya untukku. Kedua, jika kukirimkan kembali surat kepadanya, kemungkinan suratku akan dibalas. Ketiga, kedua kemungkinan diatas itu juga belum pasti. Bisa saja dia tidak ingin membalas surat dariku lagi walau kukirimkan lagi beberapa surat untuknya. Ya, mungkin karena dia sudah jenuh. Jika demikian, mengapa dirimu tidak mengatakannya langsung? Karena tidak menginginkanku merasa tidak enak?,,,Justru dengan sikapmu itu yang membuatku tidak enak. Apakah surat yang Aku kirimkan itu tidak sampai kepadamu, atau bagaimana. Aku tidak tahu. Bagaimana kau ingin Aku tahu jika kau tak mengatakannya kepadaku.

#Peka. Menjadi jurus jitu baginya, jika nanti ditanya seperti yang kutulis di akhir paragraf diatas. Dalam berbagai keadaan, menurutmu itu mungkin mempunyai petanda. Tetapi tidak harus semua itu harus kuketahui bukan?tetapi itu harus. Jika tidak percaya, buktikan sendiri.

Tak perlu bukti apa-apa untuk menjelaskan hal seperti itu, dengar, lihat saja dari teman-temanmu. Pastilah ada yang menyebutkan hal sama seperti yang kujelaskan di atas. Jadi cowok kok gak peka, sih! Kurang lebih seperti itu contoh ucapannya ketika sang idaman tidak hirau dengan petanda yang sedang diberikan oleh orang yang mengidam. Apa iya, sedikit-sedikit harus mengerti dengan petanda yang diberikan. Bagaimana jika petandanya tidak jelas? Atau tidak familiar? Jika demikian, apa iya masih harus mengerti? Iya harus. Begitulah jawab mereka yang pernah kutanya soal kepekaan seseorang.

Doa-pun menjadi pilihan, sambil menunggu surat balasan darimu. Semoga saja surat itu sampai ke tanganmu dan berupaya membalasnya untukku. Jika tidak, apa boleh buat. Mungkin sampai disini saja perjalanan surat itu, dan mungkin surat itu akan berganti haluan atau diam ditempat. Tawakkaltu alallah walaa haula walaa kuwwata illa billa hil alliyul adzim.

Terima kasih telah menyempatkan membaca tulisan jelekku ini, yang merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya “Balas Surat”. (05.27–06.08 WIB, 14/08/2014)

“Whatever your writings like, the essentials is yours”. –@mcrosiqin

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Short Story and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Balas Surat*

  1. I like the valuable information you provide in your articles.
    I will bookmark your blog and check again here frequently.
    I’m quite sure I will learn lots of new stuff right here! Good luck for
    the next!

    Like

  2. It’s appropriate time to make a few plans for the long run and it’s time
    to be happy. I have learn this publish and if I could I wish to recommend
    you few attention-grabbing things or suggestions.
    Maybe you could write subsequent articles regarding this article.
    I want to read even more things about it!

    Like

  3. What’s up, I check your blog daily. Your humoristic style is awesome,
    keep up the good work!

    Like

  4. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time
    a comment is added I get several e-mails with the
    same comment. Is there any way you can remove me from that
    service? Thanks!

    Like

  5. Spot on with this write-up, I seriously think this site needs far more
    attention. I’ll probably be back again to read more, thanks for the advice!

    Like

  6. If you want to increase your familiarity simply keep visiting this web page
    and be updated with the most up-to-date information posted here.

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s