17 Agustus ya?

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

Tidak salah kan, besok tanggal 17 Agustus 2014? Soalnya di kalender tertulis begitu, hehehe. Pada tanggal 17 Agustus ini, Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, katanya setelah merdeka, Indonesia sejajar dengan negara lain yang sudah merdeka sebelumnya. Anda percaya begitu? Saya tidak… Maaf, tulisan ini tidak mengarah pada topik kemerdekaan, tetapi pada acara yang biasa dilakukan oleh warga negara RI dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia (17/08/1945). Apa saja ya? Anda penasaran. . . Datang saja esok hari ke Indonesia. Buat kamu, para pembaca yang belum tahu Indonesia dimana, carilah di Peta atau Globe.

17 AgustusKetika melihat kalender dan terlihat besok adalah hari Minggu, 17 Agustus 2014. Kuteringat dengan masa silam, disaat kumasih duduk di bangku sekolah diantaranya Sekolah Dasar Negeri 1 Sambirampak Kidul (SDN 1 Sambirampak Kidul) kecamatan KotaAnyar, Sekolah Menengah Pertama 1 Paiton (SMPN 1 Paiton) kecamatan Paiton, dan Sekolah Menengah Atas 1 Paiton (SMAN 1 Paiton) kecamatan Paiton. Bagaimana tidak, setiap bertepatan dengan tanggal 17 Agustus, sekolah biasanya mengarahkan siswa-siswinya untuk mengikuti upacara bendera di lapangan. Itupun menjadi kegiatan wajib sekolah, bagi siswa ataupun siswi yang tidak mengikuti upacara tersebut tanpa alasan yang jelas, biasanya diberi sanksi. Dalam memberikan sanksi-pun tiap sekolah mempunyai cara sendiri dan biasanya berbeda.

Pagi-pagi sekali, , , ya para guru biasanya memberitahu para siswanya untuk berkumpul disekolah in-time, padahal kalau menyangkut masalah ibadah tidak seperti itu, , ,ups. Maaf bapak/ibu guru, Aku keceplosan. Kalau tidak salah, Aku dulu disuruh berkumpul disekolah itu sekitar jam 06:00 AM karena pada jam 06:30 AM berangkat bersama ke lapangan, dimana upacara akan dihelat disana. Saat Aku di SMP dulu, sebelum berangkat ke lapangan itu disuruh untuk baris berbaris dahulu sesuai dengan kelas masing-masing, mirip dengan upacara yang setiap hari senin dilakukan. Setelah itu guru wali kelas mendampingi muridnya masing-masing. Sebelum berangkat, dewan guru memberikan wacana/aba-aba yang isinya itu panjang dan biasanya para siswa tidak memperhatikan itu dengan mengobrol dengan temannya sendiri. Mungkin diluar negeri juga seperti itu, sama-sama manusia, wajar kan.

Nah, yang paling kusukai adalah saat dimana Aku beserta ratusan murid itu jalan ke lapangan bersama-sama, menurutku itu pelajaran yang tidak dapat kubeli dengan uang, sungguh berharga. Untuk mengenang masa itu, sebagian guru mendokumentasikan dengan kamera punya. Dulu, HandPhone (HP) belum eksis dan secanggih seperti sekarang ini, bisanya hanya untuk  SMS, Telepon dan Radio. Makanya, tidak bisa melakukan selfie dan mengunggahnya ke media sosial, mungkin menyimpannya di HP lalu dijadikan wallpaper, atau menjadikan foto profil BB seperti anak-anak zaman yang sudah sangat modern bila dibandingkan dengan masa itu.

Mengutip satu kata-kata dari bijakkata.com tentang suatu kebersamaan, “Hidup adalah kebersamaan dan hidup tanpa kebersamaan adalah hidup tanpa diisi dengan sesuatu yang berharga.”[1]

Setelah sampai di tempat, suara dari peserta upacara terdengar riuh dan membuat nada bicara meninggi dengan sendirinya. Terlihat jejeran penjual makanan-minuman dan assesoris maupun mainan anak-anak. Mungkin tidak hanya di tempatku yang seperti itu, di semua tempat hampir sama seperti itu dan pastinya ada yang membuat beda. Yang biasa terlihat saat ada acara besar adalah penjual balon selalu ada. Coba perhatikan di tempat kalian. Jika tidak, ya tidak apa-apa hehe.

Upacara bendera-pun dihelat dengan hikmatnya. Ketika sampai pada acara pengibaran bendera, perasaanku mungkin saja sama dengan kalian, Guys. Yaitu deg-degan, do’apun selalu kupanjatkan dalam hati. Isinya seperti ini “semoga pengibar bendera itu tidak salah mengikatkan bendera pada tali di tiang yang nantinya membuat letak warna bendera terbalik”. Setiap mengikuti upacara bendera, Aku selalu berdo’a demikian semenjak dihelatnya upacara bendera di sekolah dan bendera yang akan dikibarkan terbalik. Sehingga membuat peserta upacara ‘Balik Kanan’ dan ‘Istirahat di Tempat’ seperti aba-aba yang diberikan pemimpin upacara kala itu. Maksudnya mungkin untuk menunggu pengibar bendera memperbaiki ikatan bendera dan peserta tidak melihatnya.

Semoga yang telah terjadi di sekolahku dulu itu (sensor) tidak terjadi esok hari yang akan melakukan upacara bendera, Amin. Menjadi pengibar bendera yang tugasnya untuk mengibarkan bendera saat upacara bendera memang terlihat mudah, hanya berbaris begitu dan mengikatkan bendera pada tali di tiang lalu menariknya keatas dan kembali. Faktanya susah, coba perhatikan berapa kali mereka latihan berbaris saja, belum lagi mengkikatkan bendera pada tali dan menariknya ke atas sesuai dengan lagu kebangsaan sampai selesai bersamaan dengan bendera telah sampai di puncak tiang, belum lagi perasaan diperhatikan banyak orang (peserta upacara) dan dewan guru, hmmm. Lalu kembali ketempat dengan berbaris, berapa kali mereka latihan? Tentunya tidak 1, 2, 3 saja. Apalagi buat yang belum pernah menjadi pengibar bendera saat upacara bendera, tentu membutuhkan waktu lebih lama lagi. So, jangan menganggap remeh tugas dari pengibar bendera itu. Jangan sampai bisanya hanya berkomentar jelek pada mereka yang sudah susah payah berlatih dan berupaya memberikan yang terbaik itu. Coba di balik posisinya, bagamaina perasaan Anda? Sama saja bukan. Tidak? Terserah kalian sajalah.

Terimakasih telah membaca tulisanku ini, yang kupersembahkan untuk Indonesiaku dan yang kucinta. (06:34 – 08:40 WIB, 16/08/2014)

“Whatever your writings like, the essentials is yours.” –@mcrosiqin

[1] http://www.bijakkata.com/2013/09/Kumpulan-kata-kata2-mutiara-bijak-Tentang-Sebuah-Kebersamaan.html

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in Short Story and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to 17 Agustus ya?

  1. Thanks for finally writing about >17 Agustus ya?
    | mcrosiqin’s ideas <Liked it!

    Like

  2. This article is really a nice one it helps new the web visitors, who are wishing in favor of blogging.

    Like

  3. It is appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy.

    I’ve read this post and if I could I want to
    suggest you some interesting things or suggestions.
    Maybe you can write next articles referring to this article.
    I desire to read even more things about it!

    Like

  4. Unquestionably believe that which you stated. Your favourite justification appeared to be on the web the simplest factor to consider of.
    I say to you, I definitely get annoyed even as
    people think about issues that they just don’t realize about.
    You controlled to hit the nail upon the top and outlined out the whole thing without having side-effects , other people could take a
    signal. Will probably be again to get more. Thanks

    Like

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s