Bukan Soal, Ini Sejarah!

By : Muhammad Choirul RosiqinInternational Relations Student @University of Muhammadiyah Malang

#JasMerah begitulah pendiri bangsa ingatkan penerusnya, dengan tidak membedakan golongan, agama, ras, suku dan bahasa. Dari yang tua sampai yang muda untuk bersatu padu dalam cengkraman garuda yang dijadikan lambang negara bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika”. Hari ini tanggal 17 Agustus 2015, banyak elemen masyarakat Indonesia menyemarakkan hari yang dikenal sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia, yang dahulu ditandai dengan dibacakannya proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 oleh Presiden pertama.

Proklamasi IndonesiaPada tanggal dan bulan yang sama hari ini 17 Agustus, mayoritas kalangan siswa, pegawai hingga pejabat negara melaksanakan upacara bendera. Namun, yang terpenting kini adalah apakah mereka telah merasa jargon #JasMerah itu telah ia lakukan, bukan hanya dalam ucap tetapi dalam kehidupan.

Angan bertanya, kepada mereka yang berkata aku cinta Indonesia, #Damn! I Love Indonesia, Jayalah Indonesiaku, merdeka merdeka, hiduplah Indonesia Raya. Mungkinkah mereka ingat dengan hari kemerdekaan? *bukan tanggal. Ingatkah mereka tempat dibacakannya teks proklamasi? Peristiwa apa yang terjadi sebelum dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan oleh Ir. Soekarno? Bagaimana cara penyebaran teks proklamasi kemerdekaan Indonesia? dan apakah mereka ingat mengapa dalam teks proklamasi kemerdekaan tertulis Djakarta, 17 – 8 – ’05? Apakah mereka juga ingat dengan tentang perbedaan antara naskah proklamasi Klad dengan Otentik, siapa yang mengetik naskahnya?

Bukan soal mereka masih mengingatnya atau tidak. Tetapi itulah tanya yang sekiranya perlu untuk direnungkan bagi segenap tumpah darah Indonesia, apakah benar kita penerus pejuang kemerdekaan bangsa mengetahuinya? Ataukah hanya mengingat pada setiap tanggal 17 Agustus mengibarkan bendera, spanduk berwarna merah dan putih. Jadi #JasMerah yang disampaikan pendiri bangsa itu bukanlah sekedar jargon, tetapi pesan mendalam dari para pejuang kepada penerus bangsa yang salah satu diantaranya adalah mengingat sejarah 17 Agustus.

*Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 70.

Muhammad Choirul Rosiqin

Senin, 17 Agustus 2015. 07:47-08:13 WIB.

“whatever your writings like, the essentials is yours.” –@mcrosiqin

Advertisements

About Muhammad Choirul Rosiqin

I was born in Eastern Probolinggo, East Java, in 1994. I'm student of International Relations @University of Muhammadiyah Malang
This entry was posted in ASEAN and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Hey hey! What have you got to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s